PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI

      


      Devinisi Perkembangan Kognitif

        Kognitif merupakan salah satu dari enam aspek perkembangan pada anak usia dini. Perkembangan merupakan perubahan yang akan dialami oleh setiap individu atau sekelompok orang dalam menuju kedewasaan atau kematangan (maturation). Hal tersebut biasanya akan terus berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan, baik secara fisik, jasmani, maupun psikis Rohani. Santrock menjelaskan bahwa perkembangan bersifat kontinu, yaitu perkembangan yang terjadi sebekumnya berkaitan erat dengan perkembangan yangbakan terjadi selanjutnya. Kognitif berasal dari kata cognition yang merupakan sinonim dari kata knowing yang memiliki arti mengetahui. Dengan kata lain, kata cognition yang memiliki makna perolehan, dan pengentahuan.

         Kognitif Adalah kemampuan atau kecerdasan seseorang dalam mempelajari keterampilan dalam maupun konsep baru, memahami apa yang terjadi di lingkungan, serta keterampilan dalam mengingat dan menyelesaikan persoalan sederhana (Wiyani, 2014). Kognitif juga dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam memahami sesuatu serta memiliki gambaran yang jelas terhadap hal tersebut. Kemmampuan kognitif merupakan kemampuan berpikir secara kompleks dan menggunakan nalar dalam memecahan masalah (Kadijah, 2016). Kognitif jga disebut sebagai pengetahuan yang luas, kemampuan daya nalar, kemampuan krativitas atau daya cipta, kemampuan berbahasa, serta kemampuan daya ingat. Kemampuan ini dapat memudahkan anak dalam menguasi pengetahuan yang lebih luas sehingga dapat digunakan anak dalam kehidupan sehari-hari.

     Tujuan Dan Manfaat Perkembangan Kognitif

           Kemampuan kognitif atau daya pikir menjadikan manusia mampu membedakan antara yang benar dan yang salah, antara yang harus dilakukan dan tidak harus dilakukan, serta bagaimana seharusnya bersikap sehingga ia mampu menyelesaikan permasalahan yang ia temukan dalam kesehariannya. Menurut Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 Pasal10 ayat (4), kognitif meliput: 1) belajar dan pemecahan masalah, mencakup kemampuan memecahakan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara fleksibel dan diterima sosial serta menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam konteks yang baru; 2) berpikir logis, mencakup berbagai perbedaan, klarifikasi, pola, berinisiatif, berencana, dan mengenal sebab akibat; dan 3) berpikir simbolis, mencakup kemampuan mengenal, menyebutkan, dan menggunakan konsep bilangan, mengenal huruf, serta mampu mempresentasikan berbagai benda dan imajinasinya dalam bentuk gambar. Perkembangan kognitif erat hubungannya dengan perkembangan lainnya. Oleh karena itu, melalui pemberian stimulasi yang tepat, anak diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dan dapat menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari.

        Perkembangan kognitif memiliki manfaat yang luas dalam kehidupan individu. Dalam hal akademik, perkembangan kognitif yang baik  dapat meningkatkan pemahaman dam pencapaian dalam berbagai mata Pelajaran, termasuk sains, matematika, dan bahasa. Studi oleh Diamond, dkk. (2007) mengemukakan bahwa anak-anak dengan perkembangan kognitif yang kuat cenderung memiliki kemampuan belajar yang lebih baik dan hasil akademik yang lebih tinggi. Selain itu, perkembangan kognitif yang baik juga berhubungan dengan kemampuan berpikir yang lebih tinggi, termasuk keterampilan berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Hal ini dapat memungkinkan individu untuk menganalisis informasi secara mendalam, membuat keoutusan yang baik, dan memecahkan masalah dengan cara efektif. Studi oleh Blair dan Razza (2007) menunjukan bahwa perkembangan kognitif yang baik pada usia dini dpat memprediksi keterampilan pemecahan masalah yang kuat pada masa remaja.

         Perkembangan kognitif juga memiliki dampak positif pada kemampuan berbahasa individu. Individu dengan perkembangan yang baik cenderung memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik, termasuk keterampilan membaca, menulis, dan berbicara yang lebih maju. Lonigan, dkk. (2000) mengemukakan bahwa perkembangan kognitif yang baik pada usia dini berhubungan dengan peningkatan kemampuan  berbahasa pada masa sekolah. Selain manfaat akademik, perkembangan kognitif yang baik juga berdampak pada kemampuan sosial dan emosional individu. Individu dengan kemampuan kognitif yang kuat cenderung memiliki pemahaman sosial yang lebih baik, kemampuan berempati, dan kemmapuan berintraksi dengan orang lain dengan cara efektif. Menurut Pons, dkk. (2003) perkembangan kognitif yang baikberhubungan dengan kemampuan sosial yang lebih baik pada anak-anak. Hal ini mengindikasikan bahwa perkembangan kognitif yang baik membawa manfaat yang signifikan berbagai aspek kehidupan individu.

        Aspek-Aspek Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini 

Perkembangan kognitif anak mencakup perkembangan atau pengetahuan umum, pengetahuan sains, konsep bentuk, warna ukuran dan pola, konsep perkembangan bilangan , serta lambang bilangan dan huruf. Aspek kognitif dalam pembelajaran anak usia dini ada tiga, yaitu proses belajar dan pemecahan masalah, berpikir logis, serta berpikir simbolis.

        Aspek perkembangan kognitif yang terkait dengan pemecahan masalah Adalah kemampuan individu untuk memperoleh, mengolah, dan menggunakan informasi untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam menyelesaikan masalah secara efektif. Belajar pada usia 4-5 tahun melibatkan proses perolehan pengentahuan dan keterampilan baru melalui pengalaman, interaksi dengan lingkungan, dan pengolahan informasi, mengenmbangkan keterampilan, dan mengubah perilaku berdasarkan pengalaman dan umpan balik. Belajar melibatkan proses kognitif seperti perhatian, memori, pemrosesan informasi, dan penggunaan strategi belajar yang efektif. Sementara pemcahan masalahn pada usia ini melibatkan proses berpikir dan penggunaan strategi untuk mengatasi tantangan atau hambatan dalam mencapai tujuan. Pemecahan masalah melibatkan anak untuk mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi yang relevan, menghasilkan Solusi yang mungkin, mengevaluasi masalah tersebut, dan ,memilih Solusi terbaik. Pemecahan masalah juga meibatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif , dan logis (Piaget, 2001).

        Dalam pengenbangan aspek belajar dan pemecahan masalah, individu akan mengalami peningkatan dalam kemampuan mereka untuk memahami dan mengelolah informasi, mengembangakan keterampilan belajar yang efektif, dan mengaplikaskan pengetahuan dan strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Hal ini mencakup kemampuan memusatkan perhatian, mengingat informasi, mengorganisasi pengetahuan, menganalisi situasi, berpikir kritis, dan mengasilkan ide kreatif.


Posting Komentar

0 Komentar