FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI



Secara garis besar, media berfungsi untuk: 1) menghindari terjadinya verbalisme; 2) membangkitkan minat/motivasi; 3) menarik perhatian peserta didik; 4) mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan ukuran; 5) mengaktifkan peserta didik dalam kegiatan belajar; serta 6) mengefektifkan pemberian rangsangan untuk belajar (Mudlofir and Rusydiyah, 2016). Media pembelajaran berfungsi mempercepat proses belajar dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran (Zaman, 2014).

            Pendapat lain mengemukakan bahwa terdapat empat fungsi media pembelajaran khususnya media visual. Pertama, fungsi atensi, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian peserta didik berkonsentrasi kepada materi. Kedua, fungsi afektif, yaitu dapat dilihat dari tingkat kenikmatan peserta didik ketika belajar. Ketiga, fungsi kognitif, yaitu terlihat dari pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan. Keempat, fungsi kompensatoris, yaitu terlihat dari kemampuan anak untuk mengorganisasikan informasi dan mengingatnya kembali (Arsyad, 2015).

       Selain itu, terdapat banyak manfaat yang diperoleh dengan memanfaatkan media dalam pembelajaran kognitif, di antaranya:

  1. pesan/informasi pembelajaran dapat disampaikan dengan lebih jelas, menarik, konkret, dan tidak hanya dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka (verbalistis);
  2. mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indra;
  3. meningkatkan sikap aktif siswa dalam belajar;
  4. menimbulkan kegairahan dan motivasi dalam belajar;
  5. mungkinkan interaksi yang lebih langsung antara siswa, lingkungan, dan kenyataan;
  6. memungkinkan siswa belajar sendiri menurut kemampuan dan minatnya; serta
  7. memberikan perangsang, pengalaman, dan persepsi yang sama bagi siswa (Zaman dan Eliyawati, 2010)

                Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran akan lebih menarik perhatian anak sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar (Syarfina, 2020). Selain itu, bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga memahaminya akan lebih mudah serta memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran. Melalui satu jenis media, guru dapat mengaplikasikan metode mengajar tidak hanya komunikasi verbal, tetapi juga lebih bervariasi. Anak juga dapat lebih banyak melakukan aktivitas lain, seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan memerankan (Arsyad, 2015).

              Beberapa fungsi penerapan media dalam pengembangan kemampuan kognitif anak, yaitu: 1) merangsang anak melakukan kegiatan, pikiran, perasaan, perhatian, dan minat; 2) bereksperimen; 3) menyelidiki atau meneliti; 4) sebagai alat bantu; 5) alat peraga untuk memperjelas sesuatu; 6) mengembangkan imajinasi; serta 7) melatih kepekaan berpikir digunakan sebagai alat permainan. Media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar adalah memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. Media pembelajaran meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar.

                  Bagi pengajar/pendidik anak usia dini, media pembelajaran berfungsi untuk: 1) mencapai tujuan pembelajaran; 2) menjelaskan struktur dan urutan pengajaran dengan baik; 3) memberikan kerangka sistematis; 4) memudahkan penyampaian materi pembelajaran; 5) membantu kecermatan dan ketelitian dalam penyajian materi; 6) membangkitkan rasa percaya diri pengajar; dan 7) meningkatkan kualitas pembelajaran.

              Sementara bagi anak usia dini, media pembelajaran memiliki fungsi, yaitu: 1) meningkatkan motivasi belajar; 2) memberikan dan meningkatkan variasi belajar; 3) memberikan inti informasi pelajaran; 4) merangsang pembelajar untuk mempelajari dan menganalisis sesuatu; 5) menciptakan kondisi dan situasi belajar tanpa tekanan; serta 6) memahami materi pelajaran dengan sistematis yang disajikan pengajar (Khadijah, 2016).




Posting Komentar

0 Komentar