Ruang lingkup pembelajaran sains
merupakan refleksi dari pengertian dan keterbatasan yang tercantum dalam sains.
Pembelajaran sains melibatkan materi yang harus dipelajari agar suatu konsep
dapat dipahami. Pembelajaran sains bagi anak usia dini mencakup topik
pembelajaran sederhana. Materi pembelajaran sains dapat berupa topik yang
bersumber dari lingkungan alam. Arah pengembangan pembelajaran sains sebagai
proses bertujuan untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan sains yang mem-
bantu anak menguasai keterampilan yang berkaitan dengan kognisi dan
pembelajaran sains yang benar.
Menurut
The National Science Education Standards (Dewi, 2021), ruang lingkup
pembelajaran sains anak usia dini meliputi hal-hal berikut.
1.
Science as inquiry. Pembelajaran sains sebagai proses yang
memberi- kan peluang kepada anak untuk menemukan, memprediksi, menelaah,
mengevaluasi, mengklasifikasikan, dan mengembangkan baik keterampilan, teori,
maupun konsep. Pendekatan inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajaran
yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari
dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Pendekatan
ini tidak bertujuan mengajarkan suatu konsep sains kepada anak, tetapi lebih
mengajak anak melakukan eksplorasi terhadap fenomena alam melalui interaksi
langsung dengan objek.
2.
Physical science. Pembelajaran sains sebagai proses memberikan
anak pengalaman secara langsung dalam berinteraksi dengan benda yang berkaitan
dengan sains dan mendorong keberanian/inisiatif anak untuk mendalaminya. Physical
science atau sains fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang benda tak
hidup yang ada di alam semesta yang berkaitan dengan materi fisika dan kimia,
seperti sifat materi, keadaan materi, perubahan dan perpaduan materi,
klasifikasi benda (padat, cair, dan gas) dan bahan, keseimbangan, berat,
energi, pergerakan benda, panas, cahaya, serta suara. Melalui aktivitas physical
science, anak-anak melakukan berbagai percobaan dan mencari tahu bagaimana
benda bekerja di dunia fisika.
3.
Life science. Pembelajaran sains sebagai proses yang
membantu anak merumuskan pertanyaan tentang sifat-sifat benda/makhluk hidup dan
tak hidup melalui kegiatan observasi/pengamatan. Life science meliputi fakta,
konsep, teori, prinsip, dan hukum yang berkaitan dengan tum- buh-tumbuhan,
hewan, hubungan antara tumbuhan dan hewan, serta aspek-aspek kehidupan dengan
lingkungannya. Pendapat lain menjelaskan bahwa life science is the study of
living things-plants and animals. It helps to explain how living things
relate to one another and to their surroundings. Sains kehidupan
adalah studi tentang makhluk hidup, yaitu tumbuhan dan hewan. Hal ini akan
membantu untuk menjelas- kan bagaimana makhluk hidup berhubungan satu sama lain
dan juga hubungan mereka dengan sekitarnya. Guru dapat memanfaatkan minat anak
dalam membangun pengetahuan mereka untuk membangun pemahaman life science
melalui pengalaman dan lingkungan. Memperkenalkan sains kehidupan kepada anak
melalui kegiatan menanam di kebun memberikan anak kesempatan untuk belajar
secara langsung tentang kebutuhan dari tumbuh-tumbuhan dan bagaimana tanaman
bisa tumbuh dan berkembang. Sebelum menanam di kebun, mereka harus mengetahui
tanaman apa yang baik untuk tumbuh di daerah tersebut dan libatkan anak untuk
memutuskan tanaman apa yang akan ditanam.
4.
Earth and space science. Pembelajaran sains melibatkan studi
tentang bumi dan alam semesta (angkasa). Tujuan dari pembelajaran sains Bumi
dan luar angkasa adalah anak mengenal material bumi, seperti pasir, air, dan
gas Pembelajaran sains yang melibatkan studi ini dapat dilakukan melalui
bermain. Contoh kegiatan bermain yaitu memberikan nama benda di langit seperti
Matahari, Bulan, awan, dan bintang-bintang. Selain itu, pembelajaran sains juga
menjelaskan antara malam dan siang, meramalkan dan menjelaskan kondisi saat ini
dan perubahan cuaca, serta mengamati dan menjelaskan perubahan musim. Pendidik
dapat memperkenalkan Bumi dan luar angkasa kepada anak dengan bermain pasir,
tanah, dan air menggunakan kaca pembesar dan mikroskop untuk anak. Anak-anak
dapat bermain pasir dan tanah dengan menambahkan air sehingga mereka dapat
melihat perubahan yang terjadi dan kemu- dian mengubahnya ke dalam berbagai
bentuk.
5.
Science and technology. Pembelajaran sains melibatkan hubungan
antara sains dan teknologi. Pembelajaran ini bertujuan agar anak dapat
membedakan antara benda alam dan benda yang dibuat oleh manusia. Salah satu
caranya yaitu ajaklah anak untuk menemukan benda alam di luar ruangan, seperti
ranting kecil, batu, atau kulit. Lalu, ajak mereka untuk membuat tiruannya
menggunakan tanah liat atau lilin. Setelah itu, pendidik bisa memulai diskusi
dengan anak tentang perbedaan antara benda yang asli dari alam dengan benda
yang tadi dibuatnya.
6.
Science in personal and social perspective. Tujuan dari
pembelajaran sains lingkungan hidup dan masyarakat adalah agar anak peduli akan
lingkungan hidup, mengetahui bahwa setiap tindakannya dan tindakan orang lain
dapat merubah lingkungan, mengetahui cara untuk mendaur ulang bahan yang bisa
digunakan, dan memahami bahwa sains dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
Pembelajaran sains sebagai upaya menempatkan konsep sains ke dalam perspektif
personal dan sosial dapat mengembangkan pemahaman anak tentang kesehatan
pribadi, perubahan populasi, jenis sumber daya, dan perubahan lingkungan
sehingga anak mampu menunjukkan kesadaran dan kepeduliannya terhadap
lingkungan. Salah satu cara untuk memperkenalkan sains lingkungan hidup dan
masyarakat untuk anak adalah dengan melakukan kegiatan mendaur ulang sampah,
seperti membuat bubur kertas.
Menurut Kellough (dalam Dewi, 2021),
ruang lingkup pembelajaran sains anak meliputi hal-hal berikut.
Ruang Lingkup Sain
pada Anak Usia Dini
|
Dimensi
Ruang Lingkup |
Kelompok
Bahan Kajia |
Topik
Inti (Kemampuan Anak) |
|
Berdasarkan
dimensi isi bahan pembelajaran |
Bumi
dan alam semesta (ilmu bumi) |
1.
Mempelajari planet, Matahari, dan Bintang 2.
Mempelajari tanah, bebatuan, dan pegunungan 3. Mempelajari cuaca
dan musim |
|
Ilmu-ilmu
hayati atau kehidupan (biologi) |
1.
Studi tentang tanaman 2.
Kajian terkait hewan 3.
Mempelajari hubungan antara hewan dan tumbuhan 4.
Kajian tentang aspek kehidupan dan lingkungan alam |
|
|
Bidang
kajian fisika-kimia |
1.
Studi efektivitas 2.
Studi terkait energi 3.
Kajian tentang siklus dan reaksi kimia |
|
|
Berdasarkan bidang
pengembangan (target kemampuan)
|
Penguasaan
produk sains |
1.
Pemahaman prinsip dasar 2.
Pemahaman teori 3.
Pemahaman fakta 4.
Pemahaman konsep 5.
Pemahaman hukum |
|
Penguasaan
proses sains |
1.
Observasi (pengamatan) 2.
Kategori (pengklasifikasian) 3.
Prediksi (peramalan) dengan membuat kesimpulan 4.
Komunikasi 5.
Penggunaan alat dan pengukuran dengan desain dan implementasi penelitian |
|
|
Penguasaan
sikap sains |
1.
Ingin tahu 2.
Tanggung jawab 3.
Disiplin 4.
Kerja keras 5.
Jujur 6.
Terbuka terhadap pendapat lain |
Berdasarkan tabel di atas, tugas guru
dalam pembelajaran sains selanjutnya adalah memilih topik yang dapat dimasukkan
ke dalam program tersebut secara lebih khusus. Harapannya guru dapat
mengembangkan program pembelajaran sains yang komprehensif sehingga anak usia
dini dapat memiliki pemahaman dan pengalaman belajar sains yang lengkap,
bermakna, dan fungsional sepanjang hidup.

0 Komentar