IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA

 




Penerapan pengembangan matematika melalui beragam metode dideskripsikan pada penjelasan di bawah ini (Gunarti, 2019).

1.             Membandingkan

Membandingkan adalah kegiatan mengamati perbedaan antara dua buah benda. Anak membutuhkan kemampuan mendiskriminasikan atau membedakan antara kedua buah benda yang sedang diamatinya. Kegiatan membandingkan dapat berupa membandingkan panjang-pendek, tinggi-rendah, banyak-sedikit, berat-ringan, dan sebagainya. Contoh implementasinya adalah sebagai berikut.

 

a.               Membandingkan Panjang

Alat dan bahan                     : Sepatu anak dan sepatu ayah

Metode pembelajaran            : Tanya jawab

Jenis kegiatan                       : Individual

Langkah kegiatan                 :

1)      Guru memberikan dua sepatu berbeda ukuran pada anak.

2)      Buatlah garis bantuan di lantai.

3)      Letakkan ujung bawah sepatu pertama di garis bantuan.

4)      Letakkan ujung bawah sepatu kedua di garis bantuan.

5)      Anak mengamati perbedaan panjang kedua sepatu.

6)      Anak menjelaskan perbedaan kedua sepatu tersebut.

 

 

b.      Membandingkan Tinggi

Alat dan bahan                     : Koran bekas

Metode pembelajaran           : Tanya jawab, praktik langsung

Jenis kegiatan                       : Kelompok dengan dua anak

Langkah kegiatan                 :

1) Guru menyiapkan potongan kertas koran dengan panjang minimal 10 x 150 cm.

2) Guru meminta anak pertama untuk berdiri tepat menempel pada dinding.

3) Guru mengukur tinggi anak dengan potongan kertas koran. Setelah itu potongan koran digunting sesuai tinggi danak dan ditempelkan di dinding.

4) Guru meminta anak kedua untuk berdiri agar bisa diukur.

5) Guru menempelkan potongan kertas anak kedua tepat di sebelah kanan potongan kertas anak pertama.

6) Guru mengajak anak untuk mengamati dan membandingkan siapa yang lebih tinggi.

 

 

c.      Membandingkan Berat

Alat dan bahan                    :Timbangan sederhana terbuat dari gantungan baju dan plastik transparan. Benda-benda yang dapat ditimbang, misalnya buah-buahan

Metode pembelajaran           : Praktik langsung

Jenis kegiatan                       : Individual dan kelompok

Langkah kegiatan :

1) Gantungkan gantungan baju di dinding.

2) Pasang plastik di kanan-kiri gantungan baju tersebut.

3) Ajak anak untuk mencoba memasukkan sebuah benda ke dalam plastik di sisi kanan timbangan.

4) Anak memasukkan sebuah benda lain yang berbeda ukuran di plastik sebelah kiri timbangan.

5) Anak mengamati apa yang terjadi.

6) Anak menjelaskan perubahan yang terjadi pada saat benda kedua dimasukkan ke dalam plastik.

 

 

2. Mencocokkan

Kegiatan mencocokkan atau memasangkan adalah kegiatan matematika sederhana yang dapat dilakukan oleh anak dengan perlengkapan mereka sehari-hari, seperti baju, sepatu, kaos kaki, jepit rambut, celana, atau tas. Kegiatan mencocok dapat menggunakan benda-benda dilingkungan seki- tar, seperti daun, bunga, ranting, dan buah-buahan. Contoh, memasangkan buah jeruk dengan daun jeruk. Kegiatan mencocokkan dapat juga meng- gunakan bahan bekas dan peralatan rumah tangga, seperti memasangkan tutup botol dengan botolnya, gelas dengan cangkir, dan sikat gigi dengan pasta gigi.

 

3. Seriasi

Pengenalan seriasi bagi anak usia dini merupakan langkah penting dalam mengembangkan pemahaman mereka tentang urutan, pola, dan hubungan antara objek atau peristiwa. Seriasi adalah kemampuan untuk mengurutkan objek atau peristiwa berdasarkan ukuran, warna, bentuk, atau kriteria lainnya. Berikut adalah beberapa contoh pengenalan seriasi yang cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran di sekolah maupun di rumah bagi anak usia dini.

a.  Seriasi berdasarkan ukuran. Anak-anak dapat mempelajari urutan berdasarkan ukuran objek. Misalnya, mengurutkan blok mainan dari yang terkecil hingga terbesar atau mengurutkan boneka berdasarkan tinggi badan mereka.

b.  Seriasi berdasarkan warna. Anak-anak dapat belajar mengurutkan objek berdasarkan warna. Misalnya, mengurutkan bola-bola berwarna merah, kuning, dan biru menjadi kelompok yang terpisah.

c.  Seriasi berdasarkan bentuk. Anak-anak dapat mempelajari seriasi berdasarkan bentuk objek. Misalnya, mengurutkan blok mainan berdasarkan bentuk mereka, seperti persegi, segitiga, dan lingkaran.

d.  Seriasi berdasarkan pola. Anak-anak dapat belajar mengenali pola dan mengurutkan objek berdasarkan pola-pola tersebut. Misalnya, mengurutkan rangkaian blok mainan yang membentuk pola garis-garis atau pola warna yang berulang.

e.  Seriasi berdasarkan angka. Anak-anak dapat mempelajari seriasi dengan menggunakan angka. Misalnya, mengurutkan angka dari satu hingga sepuluh atau mengurutkan kumpulan kartu dengan jumlah titik yang meningkat.

 

    Penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan interaktif ketika mengenalkan seriasi kepada anak-anak usia dini. Penggunaan mainan, gambar, atau bahan-bahan sehari-hari yang relevan dapat membantu mereka memahami konsep tersebut dengan lebih baik. Juga, berikan pujian dan dorongan kepada anak-anak saat mereka berhasil melakukan seriasi untuk memotivasi mereka dalam belajar lebih lanjut.


 

Posting Komentar

0 Komentar